Analisa Usaha Tani Melon Hidroponik Sistem Fertigasi

Kunci Sukses Budidaya Melon Hidroponik di Dataran Rendah.

Melon (Cucumis melo L.) merupakan nama buah sekaligus tanaman yang menghasilkannya yang termasuk dalam suku labu-labuan atau Cucurbitaceae. Buahnya biasanya dimakan segar sebagai buah meja atau diiris-iris sebagai campuran es buah. Bagian yang dimakan adalah daging buah (mesokarp). Teksturnya adan lunak (juicy) maupun renyah (crunchy), berwarna putih sampai merah, tergantung kultivarnya.

Dalam perkembangannya, trend menunjukkan bahwa selama pandemi covid-19 melon merupakan buah lokal yang cukup favorit mengalami peningkatan permintaan. Selain itu melon dapat di budidayakan di Iklim Indonesia dan dapat di produksi sepanjang tahun dengan menggunakan Sistem Hidroponik Fertigasi di dalam Greenhouse.

Analisa usaha tani melon hidroponik yang akan kami ulas disini adalah melon premium yang memiliki tampilan menarik, berbeda dengan melon biasanya, tekstur daging yang kering, dan citrasa dan kandungan gula yang tinggi ( tingkat kemanisan / brix di atas 14,

Keterangan : Melon Sweet Hami, Idola Baru Petani Melon, Memiliki Type Crunchy, potensi brix di 15%-17%

Dalam tulisan kali ini kami membuat hitungan analisa usaha tani melon Premium hidroponik sistem fertigasi dengan menggunakan Greenhouse

Data untuk analisa sebagai berikut :
a. Greenhouse Tropis tinggi 6 meter, tinggi total 8,4 meter, Luasan 19,2 x 42 meter ( 806,4 meter persegi)
b. Sistem Fertigasi dengan Menggunakan Media Tanam Cocopeat
c. Kapasitas Tanaman 2.520 tanaman
d. Investasi awal Rp. 600.000.000, ( Investasi GH Rp. 525.000.000,- , Sewa Tanah 5 tahun Rp. 25.000.000,- , Biaya Opersional 1x Panen Rp. 37.000.000,- Biaya Pemasangan Listrik, Perijinan dll Rp. 13.000.000,-

Dari hitungan diatas maka Harga Pokok Produksi 1 Kg Melon di angka Rp. 15.403,24

Hitungan diatas menggunakan asumsi :
a. Masa Panen 65-70 hst ( 1 tahun 5x Panen)
b. Jumlah Pegawai tetap 2 orang dengan gaji per bulan Rp. 2.500.000/bulan , di tambah dengan tenaga kerja harian digunakan pada saat polinasi dan penyiapan media tanam
c. Benih yang digunakan adalah Benih Melon Premium
d. Penyusutan GH dihitung menggunakan metode garis lurus, ( Rangka disusutkan 10 tahun, Covering 4 tahun, Instalasi 8 tahun )

Berdasarkan hitungan di atas maka Payback Periode akan di capai paling cepat di 3 tahun 4 bulan dengan syarat memenuhi target produksi bobot rata rata melon di 1,3 kg , dengan tingkat keberhasilan panen 90% dan mendapatkan harga jual di tingkat petani Rp. 25.000,-

Hitungan di atas bisa berubah – ubah, tergantung biaya tenaga kerja masing-masing daerah, harga media tanam tiap daerah dan juga harga jual tingkat petani masing masing daerah. SDM juga menjadi faktor utama yang mendukung tingkat keberhasilan budidaya melon premium.

Selain itu kemampuan untuk menjual melon untuk mendapatkan harga terbaik juga mempengaruhi cepat atau lambatnya Payback Periode.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *