Secara umum greenhouse atau rumah kaca atau rumah tanam dapat didefinisikan sebagai bangunan dengan atap tembus cahaya yang berfungsi sebagai sarana budidaya tanaman, digunakan untuk melindungi tanaman dari faktor-faktor penggangu tanaman dan juga menciptakan kondisi iklim mikro lingkungan budidaya di dalamnya (suhu, rh, cahaya, karbondioksida dan oksigen) agar sesuai dengan kebutuhan tanaman sehingga tanaman yang ada di dalamnya dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal.
Kita berada di Indonesia yang beriklim tropis yang memiliki tantangan curah hujan yang tinggi pada saat musim penghujan dan panas terik pada musim kemarau. Menurut laporan dari Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) PBB yang dikeluarkan pada Rabu (17/5/2023), ada 66 persen kemungkinan bahwa suhu permukaan global rata-rata tahunan akan menembus ambang kenaikan 1,5 derajat celsius di atas tingkat pra-industri (1850-1900). Klo kita lihat data suhu di Indonesia akhir akhir ini, data menunjukkan bahwa suhu di beberapa daerah di Indonesia mencapai lebih dari 35 derajat celcius. Kenaikan suhu ini merupakan tantangan yang harus kita hadapi dimasa yang akan datang di dunia pertanian. Hal ini tentunya akan mempengaruhi produktifitas sektor pertanian.
Untuk menjawab perubahan iklim di masa yang akan datang, sebaiknya kita mempersiapkan Greenhouse yang kita bangun adalah konsep Greenhouse Tropis yang berdamai dengan alam. Greenhouse yang kita bangun selain agar tidak kena hujan dan meminimalisir resiko hama dan penyakit tanaman, sebaiknya juga kita bangun dengan konsep berdamai dengan perubahan iklim berupa kenaikan suhu udara yang semakin hari semakin naik.
Disini kami coba membahas bagaimana sebaiknya Greenhouse Tropis yang cocok untuk menjawab tantangan perubahan iklim dengan berdamai dengan alam, sebagai berikut :
a. Tinggi Greenhouse
Indonesia berada di iklim tropis yang memiliki karakter suhu panas pada saat musim kemarau, apalagi tantangan perubahan iklim saat ini menjadikan suhu udara semakin meningkat. Untuk menjawab tantang tersebut, Greenhouse sebaiknya di bangun dengan fungsi mendinginkan suhu di dalam Greenhouse, namun ini tentunya memerlukan teknologi pendinginan dan energy yang lebih banyak. Hal ini belum di imbangi dengan harga komoditas pertanian yang sebanding dengan penggunaan energy untuk mendinginkan Greenhouse. Untuk itu menurut kami Greenhouse dibangun untuk menjawab tantangan itu paling tidak suhu di dalam GH dan diluar GH tidak terpaut jauh. Beberapa literasi menuliskan bahwa tinggi greenhouse berpengaruh terhadap suhu yang ada di dalam Greenhouse. Kenaikan tinggi GH dapat menurunkan suhu yang ada di dalam GH karena volume udara meningkat sebanding dengan kenaikan tinggi GH. Namun ada sebuah penelitian yang menuliskan bahwa antara tinggi 4 meter dan 6 meter memiliki selisih yang signifikan, namun antara 7 dengan 6 meter tidak terlalu signifikan untuk menurunkan suhu di dalam GH. Berdasarkan penelitian kami, data yang kami dapatkan dari GH kami yang berada di 17 mdpl menunjukkan bahwa selisih suhu dalam dan luar GH hanya di angka 1-2 derajat celcius. Oleh karena itu kami merekomendasikan untuk membuat GH tinggi 6 meter sampai dengan talang.
b. Ventilasi Udara
Penggunaan Plastik UV sebagai pelindung bagian atap GH secara teknis dapat menambah suhu di dalam GH menjadi lebih panas. Selain itu penggunaan Insecnet juga mempengaruhi aliran udara di dalam GH. 2 (dua) hal ini biasanya juga mempengaruhi suhu udara di dalam GH. Greenhouse Tropis untuk dataran rendah sebaiknya di desain menggunakan ventilasi bukaan atas, selain tentunya ventilasi pada dinding GH. Sistem bukaan atas pada GH di maksudkan agar udara panas di dalam GH dapat keluar dari dalam GH ke atas karena berat jenisnya kecil. Beberapa literasi menyebutkan bahwa untuk daerah tropis, system bukaan atas pada bagian atap GH sebaiknya minimal 10% dari lebar GH
c. Rangka GH
Untuk skala bisnis dan untuk tujuan jangka Panjang, tentunya yang kita harapkan bisnis yang akan kita kerjakan memiliki konsistensi di produktifitas dan tentunya memiliki kontiuitas produksi. Bahan rangka GH sebaiknya kita persiapkan untuk menjawab tantangan tersebut. Menurut kami, untuk tujuan jangka Panjang rangka GH menggunakan bahan Galvanis bisa awet lebih dari 10 tahun jika di rawat dengan benar. Selain itu dengan rangka galvanis ( baik besi hollow maupun pipa ) bisa dibentuk untuk menghasilkan rangka atap model lengkung, yang secara teknis juga menambah volume udara di dalam GH an juga menambah kekuatan struktur GH dari resiko angin kencang.
d. Instalasi
Sistem Fertigasi
Ruang Tandon
Sistem NFT
Instalasi di dalam GH juga sebaiknya untuk jangka Panjang dan dapat memberikan kontiuitas produksi yang konsisten kualitasnya. Penggunaan bahan-bahan instalasi sebaiknya yang memilki kualitas tinggi, endurance terhadap iklim tropis dan memiliki tingkat presisi yang tinggi. Sekilas kelihatannya mahal di harga beli, namun jangka Panjang memberikan efisiensi dalam proses produksi sayuran yang di produksi di dalam GH. Kami merokemendasikan merk Netafim untuk system Fertigasi dan Gully Trapesium by Jalantara Tirtamarta untuk system NFT.
e. Ukuran Ekonomis
Greenhouse Sistem NFT Lebar 8 meter,
menggunakan Gully Trapesium panjang 7 meter
Greenhouse Fertigasi Lebar 9,6 meter
7 lajur tanaman
Jika kita berbicara untuk skala bisnis dan tujuan untuk jangka Panjang, maka GH yang kita bangun sebaiknya memperhatikan ukuran ekonomis dalam pembangunan GH. Ukuran ekonomis ini didapatkan dari ukuran yang disesuaikan dengan bahan-bahan yang digunakan untuk membangun GH, misalnya di sesuaikan dengan ukuran Plastik UV, ukuran Insecnet, ukuran Weedmat. Agar mendapatkan harga per meter yang paling ekonomis sebaiknya bahan-bahan yang akan kita gunakan tadi paling tidak kita beli dalam ukuran 1 roll dan habis pakai. Misalnya kita akan membangun GH ukuran lebar 8 meter, maka kita akan menggunakan plastic UV ukuran 6 meter dan 4,2 meter, untuk ukuran tersebut, ukuran per roll bahan ada di Panjang 50 meter, artinya ukuran ekonomis GH yang akan kita bangun di angka 8 x 49 atau lebih ekonomis lagi di angka 16 x 24,5 meter. Dengan ukuran tersebut bahan yang kita beli akan habis pakai tanpa sisa.
Saran kami mengenai ukuran ekonomis ini, untuk Greenhouse Sistem NFT dapat menggunakan lebar 8 meter dengan Gully Trapesium panjang 7 meter tanpa sambungan. Hal ini di maksudkan agar produktifitas meningkat dan kualitas produk sayur tetap terjaga. Sedangkan untuk sistem Fertigasi, kami menyarankan menggunakan Greenhouse lebar 9,6 meter, lebar 9,6 meter ini merupakan lebar span 1 GH yang paling maksimal bisa dibangun tanpa tiang tengah, Lebar GH 9,6 meter ini akan bisa digunakan untuk 7 lajur tanaman.
Tinggi Greenhouse 6 meter, desain tropis dengan bukaan atas minimal 10% dari lebar 1 span GH, menggunakan rangka galvanis, instalasi yang berkualitas tinggi, dan dengan memperhatikan ukuran ekonomis sebelum membangun GH merupakan GH Tropis ala Agropedia Nusantara untuk menjawab tantangan petani hidroponik di dalam GH yang mau scale up menjadikan GH nya menjadi Skala bisnis untuk jangka panjang, konsisten dalam produksi dan menjawab tantangan perubahan iklim yang semakin nyata di depan mata. Dengan Greenhouse Tropis ala Lentera Agropedia Nusantara, harapan kami petani bisa lebih fokus untuk meningkatkan kualitas produk sayur ( sayuran daun dan buah) , kontiuitas produksi tetap terjaga, efisien dalam penggunaan air, pupuk, dan energy listrik sehingga produk yang di hasilkan semakin berkualitas dan mampu bersaing di pasaran untuk jangka panjang.
Tetap semangat Bertani dalam menghadapi perubahan iklim di masa mendatang.

